Pusura Gelar Konvensi Calon Walikota
Putera Surabaya (Pusura) kemarin dan hari ini mengadakan konvensi calon walikota dan calon wakil walikota Surabaya. Semua kandidat diundang untuk memaparkan rencana strategis pembangunan Surabaya dan kemudian didebat beramai-ramai dengan gaya khas Arek Suroboyo. Saya datang atas undangan dari Pak Wisjnubroto, salah satu pengurus Pusura.
Hari pertama kemarin pasangan nomor 1 Sutadi batal hadir karena harus menikahkan anaknya. Padahal cawali yang berpasangan dengan Mazlan Mansyur ini dijadwalkan tampil pertama. Sempat berhembus kabar bahwa Sutadi dipanggil KPK, tetapi setelah dikroscek oleh reporter Suara Suarabaya ternyata beliau ke KUA, bukan KPK!

Arif Afandi dan Adies Kadir pasangan nomor 3 yang dijadwalkan hadir sore hari bersedia hadir lebih awal. Setelah memaparkan gagasannya tentang pengelolaan Surabaya Arif Afandi langsung dicecar dengan berbagai pertanyaan. Mulai dari hilangnya identitas Surabaya, masalah penertiban PKL, bonek yang meresahkan masyarakat dan lokalisasi Dolly yang tetap eksis hingga sekarang.
Sesi sore rencananya akan menghadirkan Fandi Utomo pasangan nomor urut 2. Tetapi karena bertepatan dengan jadwal kampanye maka cawali yang berpasangan dengan Yulius Bustami ini menggeser jadwal ke hari ini. Calon lain yang sudah menyatakan kehadiran hari ini adalah pasangan nomor 5 dari jalur independen, Fitradjaja-Naen.
Pasangan nomor 4 Risma-Bambang belum memberikan konfirmasi sama sekali ke panitia. Hal ini membuat panitia dan sesepuh Pusura sedikit kecewa. “Diundang gak teko gak usah dicoblos!”, begitu seloroh salah satu peserta.
Pusura adalah ormas tertua di Surabaya sehingga sangat disegani oleh banyak pihak. Tidak heran jika Pusura memiliki kantor yang cukup megah di Jl.Yos Sudarso, salah satu jalan utama di Surabaya.
Semoga dapat yg Terbaik dan Sukses,.
pengalaman yang menarik ketika berkunjung kesana, benar2 jiwa masyarakat surabaya yang sebenarnya
Netralitas dan Entitas KOTA SUROBOYO, semoga jek dijogo karo dulur2 teko PUSURA, masio Cak Kadar wis almarhum. Nedo nerimo dulur.